efek

Sabtu, 08 Oktober 2016

PERADABAN MACHU PICCHU

Negeri di Atas Awan ,"MACHU PICCHU"


 Kalau kamu mau merasakan sensasi liburan di ketinggian dengan lanskap yang enggak biasa, Machu Picchu bisa jadi pilihan utama. Bayangin aja, kamu bisa menikmati situs warisan dunia di ketinggian 2.430 meter.




Masuk jadi salah satu top destinasi di Peru, sebagain besar Arkelog mempercayai kalau Machu Picchu dibangun sebagai kompleks kekaisaran suku Inca. Tempat ini juga sering disebut sebagai Lost City of the Incas.
Machu Picchu dibangun sekitar tahun 1450. Namun, ditinggalkan seabad kemudian saat terjadi penaklukan yang dilakukan bangsa Spanyol. Padahal, menurut sejarawan Amerika, Hiram Bingham, Spanyol belum melakukan penaklukan di bawah tahun 1911.
Sejak saat itu, Machu Picchu jadi daya tarik utama para turis di Amerika Selatan. Sebagian besar sudah melalui proses renovasi demi memberikan gambaran asli bangunan.
Situs ini dibangun dengan gaya klasik Inca dengan balutan batu kering. Machu Picchu memiliki tiga bangunan utama, yakni Inti Warana, the Temple of the Sun, dan the Room of the Three Windows. Ketiganya diketahui berada di area suci Machu Picchu.


Machu Picchu termasuk bangunan yang rentan. Selagi fenomena alam seperti gempa bumi dan cuaca buruk berlangsung, akses kesana terputus. Situs ini juga memikul kapasitas turis berlebih. Sebagai bangunan bersejarah, Machu Picchu harus tetap berdiri demi pengetahuan manusia sejagat raya..................SALAM JEHA..........



Senin, 03 Oktober 2016

PUISI

Kepada Kawan
Sebelum ajal mendekat dan mengkhianat,
mencengkam dari belakang ‘tika kita tidak melihat,
selama masih menggelombang dalam dada darah serta rasa,
belum bertugas kecewa dan gentar belum ada,
tidak lupa tiba-tiba bisa malam membenam,
layar merah berkibar hilang dalam kelam,
kawan, mari kita putuskan kini di sini:
Ajal yang menarik kita, juga mencekik diri sendiri!
Jadi
Isi gelas sepenuhnya lantas kosongkan,
Tembus jelajah dunia ini dan balikkan
Peluk kucup perempuan, tinggalkan kalau merayu,
Pilih kuda yang paling liar, pacu laju,
Jangan tambatkan pada siang dan malam
Dan
Hancurkan lagi apa yang kau perbuat,
Hilang sonder pusaka, sonder kerabat.
Tidak minta ampun atas segala dosa,
Tidak memberi pamit pada siapa saja!
Jadi
mari kita putuskan sekali lagi:
Ajal yang menarik kita, ‘kan merasa angkasa sepi,
Sekali lagi kawan, sebaris lagi:
Tikamkan pedangmu hingga ke hulu
Pada siapa yang mengairi kemurnian madu!!!